Mengapa siklus hidup produk terjadi? Siklus hidup penting dipahami berkaitan dengan kenyataan bahwa pelanggan membutuhkan proses untuk mengadopsi sebuah ide, value, dan produk. Produk merupakan tampilan hasil atau perwujudan dari artikulasi ide maupun value yang ditawarkan produsen kepada pelanggan. Ide dan value ini merupakan interpretasi produsen dalam menterjemahkan kebutuhan pelanggan. Produsen yang memahami kebutuhan pelanggannya belum tentu mampu mengartikulasikan ide yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Henry Ford pernah menyampaikan bahwa pada masa itu, tidak ada seorang pun yang mengatakan padanya “tolong buatkan saya mobil!”. Jika anda bertanya pada banyak orang saat itu apa yang mereka butuhkan, mungkin mereka akan menjawab, “Saya butuh kereta kuda yang lebih cepat, kuda yang tidak pernah sakit dan tidak sulit merawatnya!”. Continue reading ‘Sekilas tentang siklus hidup produk’


From System Dynamic Society. System dynamics is a methodology for studying and managing complex feedback systems, such as one finds in business and other social systems. In fact it has been used to address practically every sort of feedback system. While the word system has been applied to all sorts of situations, feedback is the differentiating descriptor here. Feedback refers to the situation of X affecting Y and Y in turn affecting X perhaps through a chain of causes and effects. One cannot study the link between X and Y and, independently, the link between Y and X and predict how the system will behave. Only the study of the whole system as a feedback system will lead to correct results. Continue reading ‘What is system dynamic?’


goldgearKala itu tahun 1982, tahun pertama kebijakan ekonomi Presiden Reagan serta konflik perdagangan mulai berkembang antara Amerika Serikat dan Jepang mengenai jumlah mobil impor. Industri Amerika tidak begitu subur. Pabrik General Motor (GM) di Fremont, California sudah sekarat. Saat itu, pabrik tersebut adalah yang terparah jika dinilai dari mutu dan produktivitas: puluhan cacat pada setiap mobil, dengan waktu rata-rata perakitan jauh lebih panjang daripada pabrik GM lain.

Para pimpinan GM sebagaimana pemimpin perusahaan Amerika lainnya pada saat itu adalah penganut setia teori motivasi X (Mc Gregor). Mereka cenderung tidak mempercayai para pekerja. Ada sebuah keyakinan bahwa jika anda memberi para pekerja satu inci mereka akan mengambil satu mil karena mereka sebenarnya tidak mau bekerja. Brian Haun salah seorang supervisor produksi menjelaskan, ”Di cabang itu anda diperlakukan seperti orang idiot. Anda harus datang, memasang bagian-bagian mobil, tutup mulut dan mengerjakan seluruh tugas. Jika anda menghilangkan satu bagian, saya akan berteriak pada anda.” Pabrik pada saat itu dipenuhi teriakan dan makian. Namun ini tidak menyelesaikan masalah. Continue reading ‘Belajar dari NUMMI’


Sebuah tim cruising ditugaskan di tengah-tengah hutan untuk membuka jalan dengan menebang pohon sesuai dengan jalur yang ditentukan dan berakhir pada titik tertentu dalam peta. Dalam tugas tersebut, mereka dibekali dengan peta, kompas, kapak, chainsaw, solar, dan persediaan makanan. Tim dengan gigih menerobos hutan, membabat semak belukar, menebang pohon-pohon untuk membuka jalan. Salah seorang diantara mereka ada yang membuat rencana kalkulasi produktivitas maupun penggunaan bahan bakar dan persediaan makanan. Dari hari ke hari mereka terus melaju. Continue reading ‘Membedakan Pemimpin dan Manajer’


Ombak besar bergulung seirama dengan hembusan angin laut menyergap secara bergantian semenanjung pantai tenggara spanyol. Deburnya terdengar begitu keras saat menghantam karang-karang terjal dan mencipratkan buih ke udara. Tak terdengar suara lain, kecuali suara alam pantai dengan berbagai harmoninya. Kesunyian seolah menelan pantai itu selama bertahun-tahun. Tapi, tidak di suatu hari pada tahun 711 M. Kesunyian itu pecah oleh berderaknya serombongan armada tempur yang telah melintasi 13 mil laut untuk menyeberangi selat Andalusia. Armada berkekuatan 7.000 prajurit itu merapat. Sebuah komando menyulut semangatpun keluar dari sang panglima. “Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari? Continue reading ‘Pemimpin besar adalah motivator ulung’


Konsep keunggulan bersaing telah didiskusikan dan menjadi bahan perdebatan hangat dalam strategi bisnis pada satu dasawarsa terakhir. Pernyataan tentang keunggulan bersaing sering dikemukakan namun belum ada definisi yang pasti. Bila kita mereview literatur strategi, istilah keunggulan bersaing memiliki makna umum berupa penciptaan nilai.

Menurut pemikiran sebuah sekolah bisnis, keunggulan dinyatakan dalam return yang “supernormal”. Pernyataan ini dengan cepat menimbulkan pertanyaan. Penerimaan diukur melalui berbagai indikator, seperti ROCE, ROE, ROA. Setelah mengetahui berbagai ratio tersebut, lalu apa yang dimaksud dengan supernormal? Penerimaan super normal menjadi sangat relatif, apakah terhadap harapan pemilik, ekonomi secara keseluruhan, ataukah industri yang bersangkutan? Continue reading ‘evolusi konsep keunggulan bersaing’


Perubahan yang sarat terjadi dewasa ini menjadikan lingkungan bisnis kian dinamis dan kompetitif. Ekspektasi pelanggan terhadap standar mutu produk atau jasa semakin meningkat. Ada banyak pilihan untuk mereka. Pelanggan akan segera beralih pada pesaing bila perusahaan Anda tidak responsif terhadap perubahan dan memuaskan kebutuhan mereka. Posisi tawar pelanggan kian menguat. Hanya produsen yang benar-benar memenuhi kepuasan pelanggan dan memberikan jaminan mutu yang akan dapat bertahan. Dalam konteks ini, setiap pelaku dituntut untuk meningkatkan daya saing bila ingin bertahan dan memenangkan pasar. Continue reading ‘Memperoleh daya saing’